Grafologi:
Menguak Tulisan Tangan
Tulisan
tangan bisa mengungkapkan banyak hal, termasuk sifat dan bakat. Untuk
menguaknya, manfaatkan grafologi.
Masih
ingatkah Anda dengan grafologi? Di awal 2011, NOVA pernah membahas tuntas ilmu
menganalisis tulisan tangan ini. Dari mulai bakat anak, gaya berhubungan intim
pasangan, bahkan mengetahui perangai calon asisten rumah tangga. Lewat
grafologi pula, jika Anda mau, Anda bisa mengubah kepribadian dengan latihan
menulis tangan yang didampingi grafolog. Lebih lengkapnya, mari simak bersama
Q&A seputar grafologi.
Q:
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan grafologi?
A: Grafologi
merupakan ilmu membaca (menganalisis) bentuk tulisan dan coretan tangan. Dengan
melakukan analisis grafologi, Anda bisa mengetahui potensi dasar yang belum
tergali. Di Australia, ilmu ini sudah teruji validitasnya dan dijadikan sumber
data untuk menganalisis kasus kejahatan.
Q: Bagaimana
mungkin tulisan bisa menganalisis kepribadian, apalagi bakat?
A: Layaknya
sidik jari, tulisan tangan pun memiliki karakter tersendiri. Meski Anda terikat
hubungan darah, tidak mungkin tulisan akan sama persis dengan saudara Anda.
Jangankan bentuk huruf, peletakkan titik hingga koma pun akan berbeda. Apalagi
ketebalan tarikan tulisan dan berbagai karakter lainnya seperti kemiringan
tulisan.
Dari buku Step
by Step Menganalisis Karakter & Potensi Melalui Tulisan Tangan
yang ditulis Mita Rosette Taufik (grafolog), dijelaskan
bahwa bentuk tulisan tangan dikategorikan sebagai alat ukur yang tidak dapat
berbohong karena berasal dari alam bawah sadar. Bahkan jika kita berusaha
mengubah tulisan tangan, akan teridentifikasi ketidakjujuran.
Q: Apa saja
manfaat mengikuti tes grafologi?
A: Selain
mengetahui bakat dan kepribadian, grafologi bisa membantu orangtua menemukan
cara berkomunikasi yang tepat dengan anak, misalnya. Dari grafologi juga, bisa
diketahui gaya belajar yang pas untuk anak. Grafologi juga bermanfaat bagi anak
yang kesulitan belajar, calon mahasiswa yang ingin mengambil jurusan, karyawan
yang ingin mengenali potensinya, dan sebagainya.
Q: Tapi,
tulisan tangan saya (atau objek yang dianalisis) selalu berubah-ubah, lho!
A: Gaya
tulisan sebenarnya tetap sama, yang bisa berubah sesuai perubahan emosi hanya
beberapa tanda (trait ). Misalnya, ketika Anda merasa marah atau sedih.
Q: Seberapa
besar keakuratan hasil analisis tulisan tangan?
Keakuratan
yang diberikan pun termasuk besar, sekitar 80 persen. Sekali lagi, bentuk
tulisan tangan berasal dari alam bawah sadar.
Q: Apakah
saya bisa memberikan tulisan tangan suami atau anak saya untuk dianalisis?
A: Selama
objek yang ingin dianalisis bisa menulis, tentu saja bisa. Sehingga Anda,
suami, anak, calon suami, karyawan, hingga asisten rumah tangga pun bisa
melakukan tes grafologi ini.
Orangtua
juga bisa saja membutuhkan tes grafologi. Dikutip dari wawancaranya dengan
NOVA, Mita menegaskan, “Ingat, selain mengembangkan potensi anak, orangtua juga
punya potensi untuk justru menutup potensi anaknya. Sehingga sebelum mengenali
potensi anak, sebaiknya orangtua mengenali dirinya sendiri lebih dulu.”
Harapannya, dengan mengetahui potensi diri dan anak-anaknya, orangtua akan
mampu membantu anak untuk menggunakan dan mengembangkan potensinya.
Q: Butuh
berapa kali pertemuan untuk melakukan konsultasi dengan grafolog?
A: Jika tes
psikologi lainnya mengharuskan tatap muka dan tes yang rumit plus memakan waktu
lama, grafologi termasuk praktis. Anda cukup menyerahkan tulisan tangan sendiri
atau orang yang hendak dianalisis. Dari sini, grafolog akan menganalisis
potensi dasar dan kepribadian Si Penulis.
Q: Apa saja
yang harus diberikan agar tulisan bisa dianalisis?
A: Cukup
tuliskan apa saja yang ingin Anda tulis sebanyak 5-6 baris kalimat pada kertas
HVS polos (tanpa garis) menggunakan pulpen. Bubuhkan tanda tangan di bawahnya.
Sebagai catatan, jangan menggunakan spidol atau pensil dan jangan menuliskan
lirik lagu atau bait puisi.
Q: Setelah
mendapatkan hasil grafologi, apa yang bisa dilakukan?
A: Setelah
dianalisis, kekurangan-kekurangan tadi bisa diterapi dengan grafoterapi dengan certified
grafolog. Terapi ini membantu mengubah cara berpikir seseorang di alam
bawah sadarnya dengan mengubah bentuk huruf tertentu yang biasa ia tulis.
Untuk
anak-anak, terapi ini berlangsung 30 hari secara terus menerus dengan waktu 10
menit per hari dan harus didampingi orangtua. Sedangkan untuk orang dewasa,
pendekatan perilaku komunikasi menjadi opsi terapi.
Q: Adakah
batasan usia untuk mengikuti graphotherapy?
A: Graphotherapy
sangat efektif untuk anak-anak sampai usia 13 tahun. Lebih dini memang
lebih baik, sehingga ketika terjadi suatu masalah, bisa cepat ditangani.
Tentang Mita
Rosette Taufik
Graphologist
& Behaviour Assesor yang tinggal di Bandung ini beberapa kali menjadi
narasumber untuk rubrik yang membahas mengenai grafologi di Tabloid NOVA dan
sempat mengisi stand di Pasar NOVA 2011 yang diserbu pengunjung.
Mita,
demikian panggilannya, memang sudah cukup lama berkecimpung di dunia analisis
tulisan tangan. Semua berawal dari kontemplasi mendalam ketika ia menjalani
perawatan penyakit kanker yang sempat menggerogotinya. Meski sempat down, Mita
tetap bersemangat karena ia percaya masih ada tugas penting yang harus
dijalankan di dunia. Perenungan mendalam tadi pun membawanya pada pertanyaan
penting yang mengubah hidupnya. “Bagaimana kita dapat mengetahui tugas kita
apabila kita tak mengenal potensi diri?” Mita pun banting setir menjadi
certified grafolog setelah menjalani kursus di sekolah grafologi. Dan, hingga
hari ini, Mita masih aktif menganalisis tulisan kliennya di tempat konsultasi
grafologi yang didirikannya di Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar