marquee TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANYA

Kamis, 18 Oktober 2012

Grafologi


Grafologi: Menguak Tulisan Tangan
 
Tulisan tangan bisa mengungkapkan banyak hal, termasuk sifat dan bakat. Untuk menguaknya, manfaatkan grafologi.
Masih ingatkah Anda dengan grafologi? Di awal 2011, NOVA pernah membahas tuntas ilmu menganalisis tulisan tangan ini. Dari mulai bakat anak, gaya berhubungan intim pasangan, bahkan mengetahui perangai calon asisten rumah tangga. Lewat grafologi pula, jika Anda mau, Anda bisa mengubah kepribadian dengan latihan menulis tangan yang didampingi grafolog. Lebih lengkapnya, mari simak bersama Q&A seputar grafologi.
Q: Sebenarnya apa yang dimaksud dengan grafologi?
A: Grafologi merupakan ilmu membaca (menganalisis) bentuk tulisan dan coretan tangan. Dengan melakukan analisis grafologi, Anda bisa mengetahui potensi dasar yang belum tergali. Di Australia, ilmu ini sudah teruji validitasnya dan dijadikan sumber data untuk menganalisis kasus kejahatan.
Q: Bagaimana mungkin tulisan bisa menganalisis kepribadian, apalagi bakat?
A: Layaknya sidik jari, tulisan tangan pun memiliki karakter tersendiri. Meski Anda terikat hubungan darah, tidak mungkin tulisan akan sama persis dengan saudara Anda. Jangankan bentuk huruf, peletakkan titik hingga koma pun akan berbeda. Apalagi ketebalan tarikan tulisan dan berbagai karakter lainnya seperti kemiringan tulisan.
Dari buku Step by Step Menganalisis Karakter & Potensi Melalui Tulisan Tangan  yang ditulis Mita Rosette Taufik  (grafolog), dijelaskan bahwa bentuk tulisan tangan dikategorikan sebagai alat ukur yang tidak dapat berbohong karena berasal dari alam bawah sadar. Bahkan jika kita berusaha mengubah tulisan tangan, akan teridentifikasi ketidakjujuran.
Q: Apa saja manfaat mengikuti tes grafologi?
A: Selain mengetahui bakat dan kepribadian, grafologi bisa membantu orangtua menemukan cara berkomunikasi yang tepat dengan anak, misalnya. Dari grafologi juga, bisa diketahui gaya belajar yang pas untuk anak. Grafologi juga bermanfaat bagi anak yang kesulitan belajar, calon mahasiswa yang ingin mengambil jurusan, karyawan yang ingin mengenali potensinya, dan sebagainya.
Q: Tapi, tulisan tangan saya (atau objek yang dianalisis) selalu berubah-ubah, lho!
A: Gaya tulisan sebenarnya tetap sama, yang bisa berubah sesuai perubahan emosi hanya beberapa tanda (trait ). Misalnya, ketika Anda merasa marah atau sedih.
Q: Seberapa besar keakuratan hasil analisis tulisan tangan?
Keakuratan yang diberikan pun termasuk besar, sekitar 80 persen. Sekali lagi, bentuk tulisan tangan berasal dari alam bawah sadar.
Q: Apakah saya bisa memberikan tulisan tangan suami atau anak saya untuk dianalisis?
A: Selama objek yang ingin dianalisis bisa menulis, tentu saja bisa. Sehingga Anda, suami, anak, calon suami, karyawan, hingga asisten rumah tangga pun bisa melakukan tes grafologi ini.
Orangtua juga bisa saja membutuhkan tes grafologi. Dikutip dari wawancaranya dengan NOVA, Mita menegaskan, “Ingat, selain mengembangkan potensi anak, orangtua juga punya potensi untuk justru menutup potensi anaknya. Sehingga sebelum mengenali potensi anak, sebaiknya orangtua mengenali dirinya sendiri lebih dulu.” Harapannya, dengan mengetahui potensi diri dan anak-anaknya, orangtua akan mampu membantu anak untuk menggunakan dan mengembangkan potensinya.
Q: Butuh berapa kali pertemuan untuk melakukan konsultasi dengan grafolog?
A: Jika tes psikologi lainnya mengharuskan tatap muka dan tes yang rumit plus memakan waktu lama, grafologi termasuk praktis. Anda cukup menyerahkan tulisan tangan sendiri atau orang yang hendak dianalisis. Dari sini, grafolog akan menganalisis potensi dasar dan kepribadian Si Penulis.
Q: Apa saja yang harus diberikan agar tulisan bisa dianalisis?
A: Cukup tuliskan apa saja yang ingin Anda tulis sebanyak 5-6 baris kalimat pada kertas HVS polos (tanpa garis) menggunakan pulpen. Bubuhkan tanda tangan di bawahnya. Sebagai catatan, jangan menggunakan spidol atau pensil dan jangan menuliskan lirik lagu atau bait puisi.
Q: Setelah mendapatkan hasil grafologi, apa yang bisa dilakukan?
A: Setelah dianalisis, kekurangan-kekurangan tadi bisa diterapi dengan grafoterapi dengan certified grafolog. Terapi ini membantu mengubah cara berpikir seseorang di alam bawah sadarnya dengan mengubah bentuk huruf tertentu yang biasa ia tulis.
Untuk anak-anak, terapi ini berlangsung 30 hari secara terus menerus dengan waktu 10 menit per hari dan harus didampingi orangtua. Sedangkan untuk orang dewasa, pendekatan perilaku komunikasi menjadi opsi terapi.
Q: Adakah batasan usia untuk mengikuti graphotherapy?
A: Graphotherapy sangat efektif untuk anak-anak sampai usia 13 tahun. Lebih dini memang lebih baik, sehingga ketika terjadi suatu masalah, bisa cepat ditangani.
Tentang Mita Rosette Taufik
Graphologist & Behaviour Assesor yang tinggal di Bandung ini beberapa kali menjadi narasumber untuk rubrik yang membahas mengenai grafologi di Tabloid NOVA dan sempat mengisi stand di Pasar NOVA 2011 yang diserbu pengunjung.
Mita, demikian panggilannya, memang sudah cukup lama berkecimpung di dunia analisis tulisan tangan. Semua berawal dari kontemplasi mendalam ketika ia menjalani perawatan penyakit kanker yang sempat menggerogotinya. Meski sempat down, Mita tetap bersemangat karena ia percaya masih ada tugas penting yang harus dijalankan di dunia. Perenungan mendalam tadi pun membawanya pada pertanyaan penting yang mengubah hidupnya. “Bagaimana kita dapat mengetahui tugas kita apabila kita tak mengenal potensi diri?” Mita pun banting setir menjadi certified grafolog setelah menjalani kursus di sekolah grafologi. Dan, hingga hari ini, Mita masih aktif menganalisis tulisan kliennya di tempat konsultasi grafologi yang didirikannya di Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar