marquee TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANYA

Sabtu, 27 Juli 2013

Sejarah Matematika

Cabang pengkajian yang dikenal sebagai sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap asal mula penemuan di dalam matematika dan sedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika pada masa silam.
Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika telah mengalami kemilau hanya di beberapa tempat. Tulisan matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton 322 (matematika Babilonia sekitar 1900 SM),[1] Lembaran Matematika Rhind (Matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM)[2] dan Lembaran Matematika Moskwa (matematika Mesir sekitar 1890 SM). Semua tulisan itu membahas teorema yang umum dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang tampaknya menjadi pengembangan matematika tertua dan paling tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.
Sumbangan matematikawan Yunani memurnikan metode-metode (khususnya melalui pengenalan penalaran deduktif dan kekakuan matematika di dalam pembuktian matematika) dan perluasan pokok bahasan matematika.[3] Kata "matematika" itu sendiri diturunkan dari kata Yunani kuno, μάθημα (mathema), yang berarti "mata pelajaran".[4] Matematika Cina membuat sumbangan dini, termasuk notasi posisional. Sistem bilangan Hindu-Arab dan aturan penggunaan operasinya, digunakan hingga kini, mungkin dikembangakan melalui kuliah pada milenium pertama Masehi di dalam matematika India dan telah diteruskan ke Barat melalui matematika Islam.[5][6] Matematika Islam, pada gilirannya, mengembangkan dan memperluas pengetahuan matematika ke peradaban ini.[7] Banyak naskah berbahasa Yunani dan Arab tentang matematika kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang mengarah pada pengembangan matematika lebih jauh lagi di Zaman Pertengahan Eropa.
Dari zaman kuno melalui Zaman Pertengahan, ledakan kreativitas matematika seringkali diikuti oleh abad-abad kemandekan. Bermula pada abad Renaisans Italia pada abad ke-16, pengembangan matematika baru, berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, dibuat pada pertumbuhan eksponensial yang berlanjut hingga kini.

Kamis, 04 April 2013

Tips Singkat Tentang Marketing ala warisno

Tujuan marketing adalah menukarkan nilai tambah yang ada ke sebanyak mungkin pembeli, sesering mungkin sehingga pembeli untung dan penjual untung. Maka mestinya untuk "Menukarkan" kita perlu "Menawarkan".


Yang paling penting dalam bisnis bukan kantor, bukan teknologi, bukan produk ataupun jasa melainkan penawaran. Penawaran akan berperan penting dalam marketing. Di dalam dunia marketing, Anda akan mengenal dua aliran yaitu aliran mengingatkan dan aliran menawarkan.


Aliran mengingatkan atau bisa disebut dengan branding membutuhkan biaya iklan sangat besar dan sering kali tidak menghasilkan penjualan. Aliran ini merupakan open marketing sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar. Sedangkan aliran menawarkan akan mengajarkan Anda bagaimana biaya marketing bisa dibandingkan dengan hasil penjualan. Aliran ini merupakan close marketing di mana biaya marketing bisa diukur hasil penjualannya.


Di dalam marketing, dalam membuat usaha Anda menjadi ramai, apakah harus branding terus-menerus? Atau Anda harus melakukan yang namanya Marketing Research terlebih dahulu? Memang benar, Marketing Research membantu Anda kepada target market Anda.


Tapi yang paling baik jangan terpengaruh kepada semuanya, karena yang paling penting adalah yang mana yang bisa membuat produk atau jasa Anda LAKU. Kalau dengan Cara A, produk dan jasa Anda laku, maka lakukanlah! Dan jika dengan cara B, produk dan jasa Anda laku, maka lakukan juga!


Dalam membuat judul, Anda harus membuatnya sampai mengenai Target Market Anda. Lalu judul yang baik itu yang harus bagaimana dan harus seberapa panjang? Judul harus bisa di baca selama 2-3 detik. Namun judul juga tidak menutup kemungkinan untuk panjang. Dalam membuat penawaran juga tidak selamannya harus pendek.


Namun biasanya penawaran yang panjang bisa membuat seseorang yang membaca malas untuk membacanya. Orang tersebut malas membaca karena surat penawaran yang di baca oleh orang tersebut kurang menarik. Oleh karena itu, cobalah Anda membuat surat penawaran yang menarik sehingga orang akan mau membacanya dari awal sampai dengan akhir.


Semoga bermanfaat. Saya warisno